Selasa, 04 Oktober 2016

Persyaratan, Biaya dan Cara Mengurus IMB

Persyaratan, Biaya dan Cara Mengurus IMB - Teman-teman sedang mencari artikel tentang cara mengurus imb, biaya pengurusan imb, biaya mengurus imb, biaya pembuatan imb, syarat imb, pengurusan imb, cara membuat imb, syarat pembuatan imb, mengurus imb, syarat membuat imb, biaya imb, syarat mengurus imb, syarat pengurusan imb, cara mengurus imb rumah, persyaratan imb, cara urus imb, urus imb, cara mengurus imb online, peraturan izin mendirikan bangunan, imb online, gambar imb, ijin mendirikan bangunan, surat izin mendirikan bangunan, imb online jakarta, contoh imb, mengurus imb setelah bangunan jadi, pengertian imb, imb jakarta, prosedur izin mendirikan bangunan, cara mengurus imb rumah yang sudah jadi, cara mengurus imb rumah lama ? Kami akan mengulasnya disini. Silakan menyimak.

PENGERTIAN IMB (IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN)

Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah surat izin yang dikeluarkan oleh kepala atau pimpinan daerah baik itu Walikota jika Kotamadya atau Bupati jika Kabupaten, untuk masyarakat jika ingin mendirikan bangunan ataupun merenovasi bangunan, sesuai dengan rencana tata kota atau tata ruang kota. 

Mengurus IMB ini diwajibkan bagi siapa saja? yang ingin mendirikan bangunan, merenovasi rumah, merubah, menambah, dan memperluas rumah adalah sebuah keniscayaan. MemiliKi IMB akan membuat kita tenang karena menjamin kepastian hukum tentang bangunan kita.

Ambil contoh, tanpa sepengetahuan pemilik rumah, jalan di depan akan dilebarkan, misalnya lima meter. Padahal tanah yang tersisa di depan kurang dari itu. Sementara rumah yang didirikan hampir jadi. Sehingga bisa dipastikan perlu merenovasi ulang bangunan tersebut. Tentu hal itu sangat merugikan, baik waktu maupun biaya.

Memiliki IMB berpengaruh terhadap pengajuan kredit ke bank. Selain itu, bila ada penggusuran untuk kepentingan Negara, nilai ganti ruginya akan lebih tinggi dibanding dengan tanpa IMB.

CARA MENGURUS IMB

Untuk mengurus IMB, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Di antaranya syarat administrasi seperti formulir permohonan IMB, foto kopi KTP pemilik, foto kopi bukti kepemilikan tanah, akte perusahaan (jika ingin mendirikan perusahaan), foto kopi pembayaran dan pelunasan PBB (pajak bumi dan bangunan), gambar IMB, dan gambar arsitektur rumah.

Setelah memenuhi persyaratan administrasi tersebut, segera ajukan permohonan IMB pada pemerintah bersangkutan. Proses pembuatan tidak butuh waktu lama, bila semua persyaratan atau dokumen memenuhi syarat. Dalam jangka waktu sekitar lima hari akan mendapatkan informasi revisi dari GSB, KLB, KDB, dan lainnya.

Beberapa revisi tersebut berkait dengan bangunan yang akan dibanqun. Setelah terbitnya ijin pembangunan (IP), maka pembangunan sudah bisa memulai dikerjakan, sembari menuggu terbitnya IMB dalam jangka waktu kurang lebih 20 hari.

BIAYA MENGURUS IMB

Dalam pengajuan atau mengurus IMB ada yang namanya RETRIBUSI DAERAH. Yang dimaksud retribusi adalah pembayaran atas pemberian izin mendirikan bangunan oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau badan termasuk merubah bangunan. Sedangkan kita sebagai pemohon IMB disebut wajib retribusi.

Besar biaya retribusi yang harus kita siapkan biasanya dihitung dengan berbagai rumus perhitungan dan koefisien-koefisien. Koefisien yang lazim di perhitungkan dalam biaya retribusi IMB adalah sebagai berikut :
  1. Koefisien luas bangunan
  2. Koefisien tingkat bangunan
  3. Koefisien guna bangunan
  4. Koefisien lokasi kota atau daerah
  5. Koefisien kelas jalan
  6. Koefisien kelas bangunan, dan
  7. Koefisien status bangunan

Yang dimaksud dengan koefisien luas bangunan adalah semakin luas bangunan yang akan didirikan maka semakin tinggi pula biaya retribusinya. Sedangkan koefisien tingkat bangunan artinya semakin banyak tingkat bangunan yang akan didirikan maka akan berbanding lurus dengan nilai retribusi IMB.

Kemudian koefisien guna bangunan, ini biasanya tergantung dari pemerintah daerah-nya, contoh guna bangunan adalah misalnya Bangunan sosial, Bangunan perumahan, Bangunan fasilitas umum, Bangunan pendidikan, Bangunan kelembagaan/kantor, Bangunan perdagangan dan jasa, Bangunan industri, Bangunan khusus, dan Bangunan lain-lain.

Yang dimaksud bangunan khusus biasanya adalah bangunan gedung untuk reaktor nuklir, instalasi pertahanan dan keamanan dan bangunan gedung untuk laboratorium. Sedangkan yang termasuk bangunan lain-lain adalah bangunan tower PLN; bangunan tower telekomunikasi; bangunan tower radio; bangunan bando/baliho; bangunan jembatan penyeberangan/JPO; bangunan tangki tanam; bangunan saluran drainase/irigasi; bangunan jembatan/jeti; bangunan halaman parkir paving/beton; bangunan talud/dermaga; bangunan kolam renang; bangunan tugu/gapura; bangunan menara suar.

Koefisien lokasi adalah tergantung dari lokasi, semakin bagus dan semakin ke kota maka semakin besar nilai retribusinya. Contoh dari koefisien ini adalah Bangunan di kota, Bangunan pada kawasan khusus, Bangunan di pedesaaan.

Sedangkan koefisien kelas jalan dibedakan menjadi : Bangunan di pinggir jalan arteri primer, Bangunan di pinggir jalan arteri sekunder, Bangunan di pinggir jalan kolektor primer, Bangunan di pinggir jalan kolektor sekunder, Bangunan di pinggir jalan lokal primer, Bangunan di pinggir jalan lokal sekunder, Bangunan di pinggir jalan lingkungan.

Yang dimaksud koefisien kelas bangunan adalah Bangunan permanen, Bangunan semi permanen dan Bangunan sementara. Tentu saja dalam hal ini bangunan permanen akan lebih mahal. Sedangkan koefisien status bangunan biasanya dibagi menjadi bangunan pemerintah dan bangunan swasta.

TARIF RETRIBUSI IMB

Koefisien-koefisien penimbang besar retribusi yang sudah dijelaskan diatas kemudian dikalikan dengan tarif retribusi IMB. Lalu berapa tarif retribusi IMB? Besarnya tarif retribusi biasanya ditetapkan sekitar 0,15% (nol koma lima belas persen) dari indek harga bangunan (dalam hal ini tergantung daerah masing-masing). Dan apabila terdapat perubahan izin dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif retribusi.

Protected by Copyscape

CONTOH PENGHITUNGAN RETRIBUSI IMB

Indeks Harga Bangunan = Rp. 1.000.000.000,-
Tarif Retribusi IMB = 0,15%
Koefisien luas bangunan = 1,5
Koefisien tingkat bangunan = 1,75
Koefisien guna bangunan = 1
Koefisien lokasi kota atau daerah = 1,5
Koefisien kelas jalan = 1
Koefisien kelas bangunan = 1,25
Koefisien status bangunan = 1
Biaya IMB yang harus Dibayar = Rp.1.000.000.000,- x 0,15 x (1,5x1,75x1x1,5x1x1,25x1)
= Rp. 7.382.813,-

MASA BERLAKU IMB

IMB memiliki masa berlaku, yaitu selama setahun. Setelah IMB terbit, maka dapat mengajukan permohonan ijin penggunaan bangunan (IPB). Mengurus IPB sama pentingnya dengan mengurus IMB. Sebab dengan memiliki IPB, memudahkan dalam mengurus permohonan kelayakan menggunakan bangunan (PKMB).

Dengan mengurus beberap perizinan tersebut dapat menghindari hal-hal yang tidak diharapkan nantinya, seperti pensegelan. Baik teman-teman, demikian sekilas tentang Persyaratan, Biaya dan Cara Mengurus IMB. Semoga bermanfaat.

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net