Minggu, 10 April 2016

Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal - Nila adalah salah satu jenis ikan yang memiliki rasa lezat. Ikan nila cocok untuk dimasak menjadi menu yang pedas, pedas manis, maupun bumbu rujak. Nila juga biasa disajikan di restoran-restoran dengan lalapan dan sambal yang beraneka jenisnya, seperti sambal ijo, sambal bawang, sambal terasi, sambal leunca, sambal tomat, dan lainnya. Karena cukup digemari, tak ada salahnya jika Anda membudidayakannya. Maka sebelum itu, penting bagi Anda mengetahui resensi budidaya ikan nila di kolam terpal yang akan dijabarkan dalam pembahasan berikut ini.

Dilihat dari segi ekonomi, membudidayakan ikan nila akan menjadi prospek bisnis yang menguntungkan. Karena ikan nila sangat laku di pasaran dan di warung-warung makan, atau Anda dapat membudidayakan sendiri, memasaknya sendiri, kemudian menjualnya dalam bentuk yang masih mentah maupun yang matang. Itulah sebabnya pada artikel kali ini memilih ulasan resensi budidaya ikan nila di kolam terpal. Sebenarnya kolam terpal adalah alternatif yang sangat sederhana yang mungkin Anda lakukan sebagai pemula dalam membudidayakan ikan nila. Diibaratkan ajang coba-coba saja, lalu jika memang kegiatan ini membawa kesuksesan maka Anda dapat membuat kolam yang lebih luas dan lebih kuat lagi.

Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal

Mempersiapkan kolam sebagai resensi budidaya ikan nila di kolam terpal terlebih dahulu Anda harus menyiapkan lahannya. Berapapun luas lahan yang Anda miliki, maka Anda masih bisa menyiasatinya dengan cerdas asalkan dapat terkena sinar matahari langsung. Kemudian sebagai cara budidaya ikan nila di kolam terpal adalah menggali tanah dengan kedalaman 50 cm. Terdapat gundukan-gundukan tanah bekas galian tersebut yang dapat Anda gunakan sebagai tanggul-tanggul agar kolam terpal Anda menjadi lebih kuat, kemudian diberi batu bata. Tahap selanjutnya adalah memberi dasar kolam dengan sekam dan harus secara merata. Pasanglah terpal yang sudah Anda siapkan sebelumnya. Tumpangi bagian atas terpal agar tidak mudah goyah ketika terdapat angin.

Setelah terpal terpasang dengan benar, saatnya bagi Anda untuk mengisi air bersih. Anda perlu membuat saluran untuk memasukkan air dan untuk mengeluarkan air yang akan diganti ketika ikan-ikan sudah berusia beberapa minggu. Maka penyiapan saluran tersebut harus dimulai dari sebelum Anda menaburkan benih-benih ikan. Jangan lupa untuk memasang saringan pada pintu masuk sebagai salah satu tahap resensi budidaya ikan nila di kolam terpal. Setelah persiapan selesai, maka saatnya bagi Anda menaburkan benih-benih ikan nila yang masih kecil-kecil.

Biasanya ukuran benih ikan nila adalah 12 cm dengan beratnya 30 gram, tetapi itu adalah penghitungan secara umum saja. Sekali tabur, Anda dapat memasukkan beberapa ratus ikan nila. Pemberian makan dan pemeliharaan yang tepat membuat nila dapat bertahan hidup sampai masa panen tiba. Masa panen tiba baik ikan nila di terpal atau budidaya ikan nila di kolam beton adalah kurang lebih 6 bulan. Ketika itu, berat nila umumnya sudah mencapai setengah kilogram yang dapat diolah menjadi berbagai menu nila yang lezat dan bergizi. Sebelum usia 6 bulan, bukan berarti Anda tidak boleh memanen, Anda masih dapat memanen dengan cara memilih ukuran ikan nila yang dibutuhkan, karena pertumbuhan dan perkembangan antara nila yang satu tidak sama dengan yang lainnya. Semoga resensi budidaya ikan nila di kolam terpal ini dapat memberikan wawasan yang cukup bagi Anda yang akan memelihara ikan nila sebagai pemula.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net